Tampilkan postingan dengan label Gerejawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerejawi. Tampilkan semua postingan

05 Juli 2008

Adakah Orang Lain Berdoa untuk Kita....

Siapakah / Adakah yang Akan Mendoakan Kita?

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di
RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah di sepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu" .

Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan,tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri."

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya,"Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, " Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik.
Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,"Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00".

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.

"Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. "

"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. "

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain...
Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Terima kasih

Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya.
Katakan ini dengan pelan, "Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan- MU, datang dan terangilah hati kami sekarang...! !!".
Selengkapnya.....

02 Juni 2008

MENDAMPINGI YANG AKAN MATI/DIPANGGIL TUHAN dan YANG DITINGGALKAN

"Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mrk15:34), demikian seruan nyaring Yesus ketika akan wafat. Yesus adalah Tuhan dan ketika akan wafat Ia ditinggalkan oleh sahabat-sahabatNya, para rasul, yang selama kurang lebih tiga tahun menyertaiNya. Ketika Yesus ditangkap oleh musuh-musuhNya dan kemudian digiring ke puncak Golgota untuk disalibkan para sahabatNya meninggalkan Dia, bersembunyi ketakutan dan Yesus sendirian saja menghadapi derita dan kematian, akhir hidupNya sebagai manusia di dunia ini. Maka kiranya wajar sebagai manusia ketika berada di puncak penderitaan serta menjelang wafatNya Ia merasa ditinggalkan oleh semuanya. Memang menghadapi kematian atau menjelang dipanggil Tuhan pada umumnya orang gelisah dan takut dan dalam kegelisahan serta ketakutan dapat muncul dua kemungkinan sebagaimana dialami oleh dua penjahat yang disalibkan bersama Dia. Menjelang kematian penjahat yang satu marah-marah serta mengejek Yesus seperti yang dilakukan oleh musuh-musuhNya dengan berkata:"Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"(Luk23:39), dan penjahat yang lain dengan rendah hati dan lemah lembut penuh dengan penyerahan diri berkata :"Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."(Luk23:42). Memberontak atau menyerahkan diri itulah kemungkinan sikap hati mereka yang akan dipanggil Tuhan, menjelang kematiannya. Sebagai orang beriman kiranya kita semua berharap, entah kita sendiri atau saudara kita, ketika akan dipanggil Tuhan bersikap lemah lembut dan rendah hati penuh penyerahan diri seperti penjahat yang bertobat : “Yesus, ingatlah akan aku, apabil Engkau datang sebagai Raja” . Agar dapat terjadi demikian tentu saja kita sendiri harus senantiasa siap-sedia sewaktu-waktu dipanggil Tuhan dan kepada saudara kita yang akan dipanggil Tuhan kita dampingi dan temani, jangan ditinggalkan sendirian. Dan ketika yang bersangkutan telah dipanggil Tuhan pendampingan kemudian diarakan bagi mereka yang ditinggalkan.

Mendampingi yang akan mati/dipanggil Tuhan

Sebagaimana terjadi dalam diri atau dialami oleh Yesus, orang yang mau segera mati atau dipanggil Tuhan pada umumnya gelisah. Kegelisahan tersebut dapat begitu hebat sampai merepotkan mereka yang menunggui (dalam bahasa Jawa disebut ‘mecati’) , dimana gerakan kaki, tangan dan kepala kuat luar biasa melebihi ketika ia masih hidup sehat. Ketika yang menunggui atau menemani tak kuasa mengatur dan menguasai gerakannya yang luar biasa tersebut maka ketika yang bersangkutan telah mati atau menjadi jenazah masih merepotkan juga antara lain bagaimana mengatur kaki, tangan dan mulut agar yang bersangkutan nampak sedang tidur tenang. Sebaliknya ada orang yang mau mati kegelisahannya kurang begitu nampak dan yang demikian ini pada umumnya mudah didampingi juga; ketika yang bersangkutan telah mati atau menjadi jenazah mungkin nampak lebih cantik atau cakep daripada sebelumnya.

Mendampingi yang mau mati atau dipanggil Tuhan atau berpastoral bagi sesama yang berada di batas kehidupan memang cukup penting dan sering dilupakan. Berpastoral bagi atau mendampingi sesama yang berada di batas kehidupan rasanya harus penuh kegembiraan dan senyuman, tentu saja tidak dengan hura-hura melainkan dengan lemah lembut dan rendah hati. Jauhkan penampilan atau kehadiran diri yang nampak sedih dan murung. Mengapa mendampingi mereka yang berada di batas kehidupan harus gembira? Sebagai orang beriman kiranya kita percaya bahwa mati atau dipanggil Tuhan berarti dianugerahi kemurahan hati untuk mendiami rumah masa depan bersama Tuhan. Iman yang demikian ini perlu dibisikkan pada mereka yang berada di batas kehidupan atau segera dipanggil Tuhan.


“Baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.”(Rm14:8), demikian kesakian iman Paulus yang sekiranya juga menjadi iman kepercayaan kita. Hidup kita memang milik Tuhan karena kita diciptakan oleh Tuhan dan kita semua kiranya tidak menghendaki untuk hidup. Masing-masing dari kita diciptakan oleh Tuhan dengan bantuan dan kerjasama orangtua kita masing-masing. Semua kita dikandung dalam kehangatan dan kemesraan di rahim ibu, kemudian dilahirkan, disusui, diberi makan, dimandikan, ditidurkan, digendong, dididik dan diajar entah di rumah atau di sekolah, selesai belajar diberi pekerjaan dan digaji atau diberi imbal jasa, ditegor, dipuji, dimarahi, dihormati …dst… akhirnya mati alias dipanggil Tuhan. Kematian juga bukan menjadi kehendak atau kita keinginan kita melainkan kehendak atau anugerah Tuhan. Mati atau dipanggil Tuhan berarti dianugerahi hidup abadi yang dijanjikan, hidup mulia dan bahagia bersama Tuhan dalam keabadian di sorga. Keyakinan iman macam itu kiranya layak menjadi milik kita dan kita hayati serta kita sampaikan kepada sesama kita yang segera dipanggil Tuhan. Dengan demikian kepada sesama atau saudara kita yang dipanggil Tuhan kita ucapkan dengan penuh syukur: “Selamat jalan memasuki rumah idaman dan beristirahat bersama Tuhan”.

Mendampingi mereka/keluarga yang ditinggalkan

Mendampingi keluarga atau sanak-kerabat yang ditinggalkan juga sangat penting, entah pada saat-saat menjelang dan setelah kematian saudaranya. Pada saat-saat menjelang kematian saudaranya kiranya cara pendampingan tidak berbeda atau mirip dengan mendampingi mereka yang akan mati atau dipanggil oleh Tuhan. Mendampingi saudara/keluarga yang telah ditinggalkan, segera setelah kematian saudaranya juga sangat penting, antara lain bagaimana mengurus pemakaman saudaranya yang baru saja dipanggil Tuhan.

Menjelang kamatian saudara atau anggota keluarganya mungkin orang sudah mempersiapkan diri segala macam untuk upacara pemakaman, tetapi kiranya kebanyakan orang kurang siap karena kematian saudara atau anggotanya keluarganya datang dengan tiba-tiba atau selama mendampingi mereka yang sedang sakit tidak berharap yang bersangkutan segera dipanggil Tuhan. Di beberapa rumah sakit di Jakarta, sejauh saya dengar dari sana-sini, nampaknya yang lebih siap untuk upacara pemakaman dengan segala keperluannya antara lain para ‘pegawai’ atau ‘makelar’ rumah duka tertentu yang memang ditugaskan sebagai ‘petugas marketing’. Mereka ini sering ‘menempel’ pada anggota keluarga yang salah satu saudaranya atau anggota mendekati dipanggil Tuhan. Jika anggota keluarga tidak didampingi dalam rangka mempersiapkan upacara pemakaman, kiranya mereka akan menjadi ‘sasaran empuk’ dari para ‘petugas marketing’ ini. Mereka ini adalah ‘petugas’ dari rumah duka yang memang sungguh bersifat komersial di kota metropolitan Jakarta ini.

Bagaimana strategi marketing atau cara-cara mereka mencari ‘konsumen’ rumah duka? Ada rumor yang mengatakan bahwa ‘orang mati tidak dapat menawar’; memang kalau sudah mati menjadi mayat tidak dapat berbuat apa-apa. Rasanya yang tidak dapat atau tidak boleh menawar ini tidak hanya yang telah dipanggil Tuhan tetapi juga para anggota keluarga atau sanak-saudaranya. Rumor inilah kiranya yang menjadi ‘senjata’ para petugas marketing rumah duka. Pendampingan anggota keluarga dari yang telah dipanggil Tuhan ini perlu, jika tidak didampingi mereka dapat menjadi ‘korban’ dari sindikat penjualan peti jenazah dan mereka yang beemental cari kesempatan dalam kesempitan (dalam bahasa Jawa : “nulung menthung’ = menolong dengan memukul).

Info dari sana-sini dan juga dari ‘konsumen’ beberapa rumah duka, antara lain dapat saya gambarkan bagaimana para ‘petugas marketing’ rumah duka tersebut beraksi serta jeratan dari rumah duka terhadap keluarga dimana salah satu anggotanya disemayamkan di rumah duka tersebut:

A. . Jika salah satu anggota keluarga anda dipanggil Tuhan, entah suami, isteri atau anak, kiranya pada saat setelah anggota keluarga anda dipanggil Tuhan anda pasti dalam kondisi sedih, murung dan bingung. Dalam kondisi demikian ada orang yang datang untuk menawarkan ‘jasa baik’, yaitu ingin menolong upacara pemakaman sebaik mungkin. Pertama-tama mereka akan mengucapkan simpati ikut berduka cita, kemudian bertanya apakah sudah ada yang mengurus upacara pemakaman dan jika belum ada yang mengurus maka mereka siap sedia untuk menolongnya. Tawaran yang simpatik tersebut pasti akan ‘menaklukkan’ anda yang sedang berduka karena kematian saudara anda, dan dengan penuh kepercayaan tanpa pikir panjang (yang tidak mungkin dilakukan) anda segera menerima tawaran tersebut. Para ‘petugas marketing’ akan menawarkan kepada anda sesuatu yang nampak simpatik, antara lain/misalnya: harga peti Rp.15.000.000 atau Rp.20.000.000 dilengkapi dengan ‘hadiah’ gratis mobil jenasah sampai selesai upacara pemakaman dst.. Hendaknya saudara-saudari sekalian memahami ini: mereka telah menaikkan harga peti berlipat ganda , jika tidak percaya kepada anda yang tinggal di Jakarta silahkan dicek atau bandingkan harga peti di rumah duka dengan melihat data yang ada di rumah duka St.Carolus Jakarta. Saya pernah mendengar peti di rumah duka St.Carolus Jakarta dihargai Rp.8.000.000,- ternyata di rumah duka lain dihargai lebih dari Rp.15.000.000,-. Perihal harga peti ini ada info yang menarik:

Sebut saja namanya Parta (samaran). Anggota keluarga Parta dipanggil Tuhan dan atas inisiatif beberapa orang jenasah di rumah duka “Yudas” (samaran). Salah satu anggota keluarga Parta setelah mendengar harga peti di rumah duka “Yudas” tersebut dirasa terlalu mahal, maka ia minta kepada rumah duka yang bersangkutan untuk membawa peti sendiri alias membeli peti dari luar rumah duka tersebut yang lebih murah (maklum rumah duka “Yudas” hanya menawarkan peti yang berharga tinggi). Ketika ia menyampaikan permohonan tersebut memperoleh jawaban dari petugas rumah duka “Yudas” yang cukup menyakitkan hati :” Maaf Pak, apakah bapak jika masuk ke rumah makan atau restoran juga membawa makanan sendiri?“. Dengan kecewa keluarga Parta mendengar jawaban tersebut dan harus membayar peti yang mahal harganya.

Pastor “Petrus’ (samaran) dirawat di RS St.Carolus – Jakarta dan ketika dipanggil Tuhan segala macam kebutuhan pemakaman dilayani oleh rumah duka St.Carolus juga, dengan kata lain jenasahnya dimakamkan di rumah duka St.Carolus. Peti jenazah disediakan oleh rumah duka St.Carolus. Ketika jenazah pastor Petrus pada malam harinya disemayamkan di gereja tempat pastor tersebut berkarya, beberapa umat rasan-rasan atau ngrumpi: “Wah peti pastor Petrus bagus, pasti mahal harganya, paling tidak Rp.15.000.000,-“. Mendengar hal ini salah seorang dari mereka, yang tahu atau kenal rumah duka St.Carolus berkata: “Ah tidak semahal itu, jika tidak percaya nanti lihat saja kwitansinya!”. Dan memang setelah dicek di kwitansi harga peti tidak Rp.15.000.000,- melainkan Rp.8.000.000,-

Selain harga peti juga ada info menarik, yaitu perihal ‘karangan bunga’ sebagai partisipasi ungkapan dukacita. Ada rumah duka yang menolak pengiriman ‘karangan bunga’ dari luar rumah duka yang bersangkutan, dengan kata lain jika hendak mengirimkan ‘karangan bunga’ hendaknya pesan pada rumah duka yang bersangkutan, di mana jenazah disemayamkan. Katanya boleh mengirimkan ‘karangan bunga’ dari luar tetapi ada tambahan beaya administrasi yang tidak kecil jumlahnya. Dengan kata lain berbagai kebutuhan perlengkapan atau untuk memberi simpati bagi yang berduka harus diusahakan melalui rumah duka yang bersangkutan.

Bagaimana atau macam apa pelayanan yang dihaturkan dari rumah duka St.Carolus – Jakarta kepada mereka yang saudara atau anggota keluarganya meninggal dunia dan disemayamkan di rumah duka St.Carolus?

1) Pada prinsipnya rumah duka St.Carolus – Jakarta hanya menyediakan tempat alias ruangan, dan maklum ruangan tidak berudara dingin alias tidak pakai AC, agar murah dan dapat terjangkau oleh mereka yang miskin dan berkekurangan. Ada orang yang mengeluh perihal ini, katanya layat di rumah duka St.Carolus panas gerah dst.. Kepada mereka yang mengeluh macam itu hendaknya merenungkan pertanyaan ini :”Dimana di kampung atau kota tempat tinggal masing-masing ketika ada pelayatan maka para pelayat memperoleh tempat nikmat? Bukankah mereka duduk-duduk di jalanan atau dibawah tenda yang terasa panas juga?”. Ingatlah ketika Yesus wafat Dia berada di puncak bukit Golgota dan mereka yang datang melayat berada di ruang terbuka beratapkan langit yang luas!

2) Selain ruangan rumah duka St.Carolus juga menyediakan paket pelayanan yang ditawarkan alias dapat dipilih dan dipakai atau tidak, antara lain (data pelayanan saat ini)

a. Ruang + 40 kursi +lilin = Rp.280.000,- /hari/tanggal

Kapel + 80 kursi + lilin = Rp.530.000,-/hari/tanggal

b. Dekorasi ruang (dapat dicarikan oleh rumah duka dengan harga sesuai dengan pasar)

c. Mobil jenasah ke TPU/krematorium (DKI) : Rp. 350.000,-

d. Mobil jenasah ke TPU/krematorium (Depok, Bekasi, Tangerang) : Rp. 450.000,-

e. Mobil jenasah ke TPU Bogor dan Karawang : Rp. 550.000,-

f. Perawatan jenasah (perempuan) : Rp. 250.000,-

g. Perawatan jenasah (laki-laki) : Rp. 200.000,-

h. Pengawetan jenasah (di-formalin) : Rp. 550.000,-

i. Vooreider/pengawal polisi : Rp. 400.000,-

j. 2 vas meja, corsase 12 pc, bunga salib dendra, bunga tabur 3 krj: Rp. 635.000,-

k. Kartu ucapan buku tamu, aqua, tissue, kacang, piring, kunci kotak, spidol, white board, eau de cologne, kopi : Rp. 239.000,-

l. Administrasi : Rp. 55.000,-

m. PETI JENASAH (lihat gambar terlampir)

Aneka pelayanan yang ditawarkan ini juga dapat diusahakan sendiri oleh keluarga atau sanak –kerabat dari mereka yang meninggal dunia dan disemayamkan di rumah duka St.Carolus.

Rumah duka St.Carolus juga melayani alias dapat membantu mengusahakan angkutan seperti bus atau pesawat terbang bagi mereka yang menghendakinya

3) Catatan kecil namun sering meresahkan adalah masalah parkir. Rumah duka St.Carolus memang tidak memiliki tempat/lahan parkir yang memadai. Namun anda kiranya juga dapat memarkir kendaraan anda di lahan parkir rumah sakit St.Carolus, dan kemudian dari lahan parkir tersebut berjalan kaki ke rumah duka. Jalan kaki tidak jauh dan sehat, sekaligus berolahraga.


B. Selain pendampingan dalam hal duniawi atau aneka kebutuhan untuk upacara pemakaman kiranya juga perlu diusahakan pendampingan pastoral bagi keluarga atau saudara yang ditinggalkan atau pendampingan spiritual. Pendampingan ini mungkin dapat disampaikan secara informal artinya omong-omong biasa tetapi juga secara formal alias dalam atau melalui sambutan, kotbah dalam upacara atau ibadat. Sebagai umat Kristiani, yang percaya kepada Yesus Kristus, pertama-tama apa yang saya coba uraikan secara sederhana di atas, kutipan dari surat Roma, dapat disampaikan dan mungkin juga dapat ditambahkan renungan dari Warta Gembira ini: “Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka." (Yoh17:25-26)

Kutipan di atas adalah doa Yesus kepada Bapa di sorga bagi murid-muridNya, bagi kita semua. Doa tersebut kiranya juga menjadi doa dari mereka/saudara kita yang telah dipanggil Tuhan, yang telah hidup mulia bersama Yesus di sorga. Hidup bahagia mulia bersama Yesus di sorga terjadi bukan karena usaha, jerih payah atau keringat manusia, melainkan semata-mata merupakan anugerah Allah. Dari mana dasar iman kepercayaan ini? Mengenangkan atau mendoakan mereka yang telah meninggal hendaknya dikenangkan juga ketika Yesus wafat di puncak kayu salib. Bukankah ada dua penjahat yang disalibkan bersamaNya dan ada satu penjahat yang bertobat dengan mohon kepada Yesus : "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Luk23:42). Dan Yesuspun segera menanggapi dengan berkata kepadanya : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk23:43). Keduanya langsung dipanggil oleh Tuhan Allah, hidup bahagia mulia di sorga. Secara logis dan matematis kita dapat berkata: “Jika penjahat sebesar itu bertobat dan memperoleh kasih pengampunan dan kemurahan hati Allah, apalagi saudara kita yang tidak sejahat itu”. Dengan kata lain kita beriman bahwa saudara kita yang dipanggil Tuhan telah hidup bahagia mulia di sorga. Memang kita tidak tahu persis apa yang dikatakan oleh saudara kita ketika berhadapan secara pribadi dengan Tuhan yang memanggil , pada saat-saat terakhir hidupnya, tetapi sebagai orang beriman kita percaya saudara kita pasti berdoa dengan rendah hati dan penyerahan diri seperti penjahat tersebut : “Yesus, ingatlah akan aku apabila Engkau datang sebagai Raja”

Jika kita beriman bahwa saudara kita yang dipanggil Tuhan telah hidup mulia bersama Yesus di sorga, maka hemat saya kita tidak hanya mendoakan saudara kita tersebut sebaliknya sebenarnya saudara kita yang telah dipanggil Tuhan senantiasa mendoakan kita semua yang ditinggalkan. Doa saudara kita tersebut mirip atau meneladan doa Yesus sebagaimana saya kutipkan di atas. Maka saudara-saudari kita yang telah dipanggil Tuhan atau meninggal dunia senantiasa berdoa bagi kita semua kurang lebih seperti ini:

“Bapa yang adil, orang yang bermental duniawi atau materialistis pasti tidak mengenal Engkau, sebagai Pencipta dan Penyelamat. Tetapi mereka tahu bahwa Engkau telah menciptakan aku untuk hadir di antara mereka, hidup bersama mereka dan berusaha melayani mereka. Aku dengan segala kelemahan dan kekuranganku telah berupaya untuk mengasihi mereka sebagaimana Kau ajarkan kepadaku dan Kau laksanakan padaku. Aku juga akan terus tetap mengasihi mereka dengan mendoakannya agar mereka juga mengetahui dan menghayati kasihMu. Aku tidak pernah meninggalkan mereka, karena kasihku kepada mereka tetap hidup dan mereka nikmati. Kami berharap semoga keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan yang telah kuhayati dan kuteruskan kepada mereka tidak hilang musnah tanpa bekas”.

Terhadap mereka yang telah meninggal dunia kita tidak pernah dipisahkan , melainkan semakin disatukan dan didekatkan, yaitu jika kita senantiasa berada dalam Tuhan, menjadi pelaksana-pelaksana kehendak Tuhan, antara lain hidup saling mengasihi sampai mati.

Jakarta, 28 November 2006
Rm. Ignatius Sumarya, SJ

disadur dari : kesaksian
Selengkapnya.....

20 Mei 2008

Lima Belas Doa dan Janji Yesus Kepada St. Brigitta


Lima belas doa ini di sampaikan oleh Yesus kepada St. Brigitta dari Swedia di Gereja St. Paulus, Roma, karena sudah lama St. Brigitta ingin mengetahui, berapa banyak pukulan yang di derita Yesus selama masa sengsara-Nya. Pada suau hari, Yesus menampakan diri dan berkata:"Aku menerima 5840 pukulan pada tubuh-Ku. Bila kamu ingin menghormatinya, berdoalah 15 kali Bapa Kami dan 15 kali Salam Maria selama satu tahun berturut-turut. Bila tahun itu selesai, kau telah menghormati setiap luka-luka-Ku."

Doa-doa ini kemudian direstui oleh Paus Pius IX dengan harapan agar kita lebih menghayati masa sengsara Yesus.

Yesus juga memberikan janji-janji-Nya bila kita berdoa untuk mengenang sengsara-Nya.<


  1. Aku akan membebaskan 15 jiwa keturunanmu dari api penyucian.
  2. Lima belas jiwa keturunanmu akan dikuatkan dan dipelihara dalam rahmat.
  3. Lima belas pendosa keturunanmu akan di tobatkan.
  4. Siapa saja yang mengucapkan doa-doa ini akan mendapat kesempurnaan utama.
  5. Lima belas hari sebelum kematianmu, Aku akan memberikan tubuh-Ku, agar kamu terhindar dari kelaparan abadi. Aku akan memberikan darah-Ku untuk kamu minum agar kamu tidak haus selamanya.
  6. Lima belas hari sebelum kematianmu, kamu akan bertobat yang dalam bagi dosa-dosamu dan akan menyelaminya secara sempurna.
  7. Aku akan menempatkan di depanmu tanda salib-Ku yang gemilang, agar kamu dapat ditolong dan menangkis serangan-serangan musuhmu.
  8. Sebelum kematianmu, Aku akan datang bersama Bunda-Ku yang tercinta.
  9. Aku akan menerima jiwamu dengan kerahiman dan membimbingmu menuju kebahagiaan abadi.
  10. Dan setelah membimbingmu ke sana, Aku akan memberimu minuman istimewa dari pancuran keAllahan-Ku, sesuatu yang tidak Aku berikan kepada mereka yang tidak mengucapkan doa-doa-Ku ini.
  11. Ketahuilah, barang siapa telah hidup dalam keadaan dosa selama 30 tahun, tetapi mengucapkan doa-doa ini dengan sungguh-sungguh, maka Aku akan mengampuni dosanya.
  12. Aku akan melindungimu dalam pencobaan-pencobaan besar.
  13. Aku akan memelihara dan melindungi kelima panca inderamu.
  14. Aku akan melindungimu dari kematian tiba-tiba.
  15. Jiwamu akan dibebaskan dari kematian abadi
  16. Kamu akan mendapatkan segala sesuatu yang akan kamu minta dari Allah dan Bunda Maria.
  17. Jika selama hidupmu kamu telah berbuat sekehendak hati dan bila esok harinya kamu harus mati, maka hidupmu akan diperpanjang.
  18. Setiap kali mengucapkan doa-doa ini, kamu akan mendapatkan pengampunan 100 hari.
  19. Kamu akan dijamin menyertai paduan suara malaikat yang agung.
  20. Siapa saja yang mengajari doa-doa ini kepada orang lain, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan dan jasa tidak henti-hentinya dan akan berlaku untuk selama-lamanya.
  21. Di mana doa-doa ini diucapkan atau diucapkan di masa yang akan datang, maka Allah akan hadir dengan rahmat-Nya.
Doa Pertama

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus Kristus, kebahagiaan abadi, kesukaan dan kesenangan bagi orang yang mencintai-Mu, penyelamat dan penghargaan semua pendosa, yang telah membuktikan bahwa bagi-Mu kesenangan terbesar adalah ada di tengah-tengah manusia sepenuhnya karena cinta akan mereka.

Ingatlah akan kesengsaraan yang telah Engkau derita, mulai dari kelahiran-Mu, terutama selama masa sengsara-Mu seperti yang telah ditetapkan dan diramalkan dalam rencana Ilahi sepanjang segala abad.

Ingatlah Tuhan, ketika pada Perjamuan Terakhir dengan rasul-rasul-Mu, Engkau telah membasuh kaki mereka, Engkau telah memberi Tubuh dan Darah-Mu yang tidak ternilai harganya dan pada saat yang sama Engkau telah meramalkan sengsara-Mu yang akan datang dan menghibur mereka yang akan Engkau tinggalkan.

Ingatlah duka kepahitan yang telah diderita jiwa-Mu dengan mengatakan:"Jiwa-Ku berduka bahkan sampai mati."

Ingatlah semua kekuatan, kepiluan dan derita yang Engkau alami sebelum disiksa di salib, ketika telah berdoa tiga kali, bermandikan peluh darah. Engkau dikhianati Yudas, murid-Mu, Engkau ditawan oleh orang-orang yang bangsanya telah Engkau pilih dan angkat, dituduh saksi-saksi palsu dan diadili secara curang oleh tiga hakim dalam kemekaran masa remaja-Mu dan selama masa Paskah yang khidmat.

Ingatlah juga pakaian-Mu dilucuti, diganti dengan pakaian penghinaan. Muka dan mata-Mu kabur, Engkau ditempeleng, dimahkotai duri dan tongkat ditaruh pada tangan-Mu. Engkau dihancurkan oleh pukulan-pukulan dan ditenggelamkan dalam penghinaan-penghinaan dan kekurangajaran.

Demi sengsara dan semua derita yang telah Engkau alami sebelum masa sengsara-Mu di salib, berilah aku tobat sejati, penyesalan yang sungguh-sungguh dan sempurna sebelum kematianku dan pengampunan atas semua dosaku. Amin


Doa Kedua

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, kemerdekaan sejati para malaikat, kebahagiaan surgawi, ingatlah akan kengerian dan kedukaan yang Engkau derita, ketika musuh-musuh-Mu seperti singa lapar mengelilingi-Mu dengan seribu macam penghinaan, meludahi, memukuli, melukai dan dengan kesadisan-kesadisan yang tak terbayangkan menyiksa-Mu dengan sengaja.

Demi kesadisan dan penghinaan kata-kata ini, aku mohon kepada-Mu, Penyelamatku, lindungilah aku dari musuh-musuhku, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan dan bawalah aku di bawah perlindungan-Mu ke keselamatan abadi. Amin


Doa Ketiga

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, pencipta surga dan bumi, yang tidak dapat dibendung maupun dibatasi, Engkau yang memegang dan melindungi dengan kuasa cinta-Mu. Ingatlah akan kesakitan hebat yang Engkau derita, ketika orang-orang Yahudi memaku tangan dan kaki-Mu dengan paku besar dan pukulan yang bertubi-tubi. Menganggap derita-Mu kurang besar untuk memuaskan kemarahan mereka, mereka memperbesar luka-luka-Mu dengan menambah kesakitan demi kesakitan yang tidak terpikirkan, merentangkan badan-Mu di salib, menarik-Mu, dan dengan demikian memutuskan otot-otot anggota badan-Mu.

Aku mohon kepada-Mu, Yesus, mengingat cinta sengsara di kayu salib ini, berilah aku rahmat untuk takut akan Dikau dan mencintai-Mu. Amin


Doa Keempat

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, cermin kemegahan abadi, ingatlah duka yang Engkau alami, ketika merenungkan dengan cahaya Ilahi-Mu, nasib orang-orang yang akan diselamatkan karena sengsara-Mu yang suci. Pada saat yang sama, Engkau melihat banyak orang berdosa yang akan celaka karena dosa-dosa mereka dan dengan pahit Engkau mengeluh bagi mereka yang tidak ada harapan dan yang celaka itu.

Demi lembah kerahiman dan belas kasihan ini dan terutama demi kebaikan yang Engkau perlihatkan kepada penjahat yang bertobat dengan berkata:"Hari ini juga engkau akan bersama-Ku di dalam surga." Aku mohon kepada-Mu, Yesus, agar Engkau mengampuniku di saat kematianku. Amin


Doa Kelima

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, tabib surgawi, diangkat tinggi, disalib untuk menyembuhkan luka-luka kami dengan luka-luka-Mu. Ingatlah akan luka-luka yang telah Engkau derita dan tubuh-Mu yang direnggangkan sedemikian rupa sehingga tidak ada derita melebihi derita-Mu.Dari kepala sampai kaki-Mu tidak ada bagian yang tidak tersiksa, meskipun demikian, dengan melupakan segala derita-Mu, Engkau tidak henti-hentinya berdoa kepada Bapa-Mu di surga dan berdoa untuk musuh-musuh-Mu dengan berkata:"Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan."

Demi pengampunan besar dan mengingat sengsara ini, berilah agar sengsara-Mu yang terpahit ini, kami dapat dipengaruhi untuk memperoleh tobat sempurna dan pengampunan atas dosa-dosa kami. Amin


Doa Keenam

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, Raja tercinta yang paling kurindukan, ingatlah derita-Mu, ketika ditelanjangi dan diperlakukan sebagai penjahat, diikat dan dinaikan ke atas salib, ketika semua kerabat dan teman-teman-Mu meninggalkan Engkau, kecuali ibu-Mu tercinta yang tetap tinggal bersama-Mu selama masa sengsara dan telah Engkau percayakan kepada murid-Mu yang setia, ketika Engkau berkata kepada Ibu Maria:"Ibu, inilah, anakmu!" dan kepada Yohanes:"Inilah ibumu!"

Aku mohon kepada-Mu, penyelamatku, demi tombak duka yang menusuk hati Bunda-Mu yang kudus, kasihanilah aku dengan segala kesalahan dan kekuranganku, baik jasmani maupun rohani dan tolonglah aku dalam segala pencobaanku dan terutama di saat kematianku. Amin


Doa Ketujuh

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, pancaran kerahiman yang tidak pernah padam yang dengan cinta berkata dari atas kayu salib:"Aku haus", telah menderita dahaga untuk menyelamatkan manusia.

Aku mohon kepada-Mu, Penyelamatku, agar menghidupkan di dalam hatiku api kerinduan untuk berbuat sempurna dalam segala tindakanku dan untuk memadamkan hawa nafsu akan kesenangan jasmani dan kerinduan akan barang-barang duniawi. Amin


Doa Kedelapan

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, keramahan hati, kesenangan rohani demi kepahitan cuka dan empedu yang Engkau cicipi di salib karena cinta kepada kami, berilah kami rahmat untuk menerima Tubuh dan Darah-Mu yang berharga dengan layak selama hidup kami dan di saat kematian kami. Semoga menjadi obat dan penghiburan bagi jiwa kami. Amin


Doa Kesembilan

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, kebajikan agung, sukacita rohani, ingatlah sengsara yang Engkau derita ketika di tenggelamkan ke dalam samudera kepahitan pada saat kematian-Mu, dihina oleh orang-orang Yahudi.Engkau berteriak dengan suara lantang:"Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"

Demi sengsara ini, aku mohon kepada-Mu, Penyelamat-Ku, janganlah tinggalkan aku di saat kengerian dan derita kematianku. Amin


Doa Kesepuluh

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, awal dan akhir segalanya, ingatlah bahwa karena kami, Engkau dilempar ke jurang sengsara, dari telapak kaki sampai ke ujung kepala-Mu. Mengingat luka-luka-Mu yang dihayati ini, ajarlah aku memelihara hukum-hukum-Mu karena cinta sejati, yang jalannya lebar dan mudah bagi yang mencintai-Mu. Amin


Doa Kesebelas

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, kerahiman yang dalam, aku mohon kepada-Mu, mengingat luka-luka-Mu yang menusuk sampai ke tulang sumsum dan ke dalam tubuh-Mu, agar menarik aku, pendosa celaka, yang diliputi dosa-dosa ini dan menyembunyikan aku dari kehadiran-Mu yang pantas murka itu. Sembunyikanlah aku ke dalam luka-luka-Mu, sampai kemurkaan-Mu yang adil itu berlalu. Amin


Doa Keduabelas

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, cermin kebenaran, lambang persatuan, mata rantai kemurahan, ingatlah akan luka-luka-Mu yang banyak itu yang menutupi-Mu dari kepala sampai ke kaki, dirobek dan menjadi merah karena cucuran darah-Mu yang suci itu. Sengsara mahabesar, yang Engkau derita dengan Tubuh-Mu yang murni itu demi kami. Yesus terkasih, segalanya Engkau lakukan demi kami.

Dengan mengingat sengsara-Mu secara setia, dengan buah sengsara-Mu yang diperbarui di hati kami, semoga tiap hari cinta-Mu bertambah di hatiku, sampai aku menemui-Mu untuk selama-lamanya.Engkau bendahara kebaikan sejati dan segala kesenangan, aku mohon kepada-Mu, untuk memberikannya kepadaku di surga. Amin


Doa Ketigabelas

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, Raja kekal yang tidak terkalahkan, ingatlah akan duka yang Engkau derita ketika kekuatan-Mu, baik rohani maupun jasmani, telah habis sama sekali. Engkau menundukan kepala-Mu dengan berkata:"Sudah selesai." Aku mohon kepada-Mu, Tuhan Yesus, ampunilah aku di saat kematianku, ketika hariku kacau dan jiwaku dalam kesusahan. Amin


Doa Keempatbelas

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, Putra tunggal Bapa, kemegahan dan rupa Ilahi-Nya, ingatlah akan kerendahan hati dan kesederhanaan jiwa-Mu, yang telah Engkau serahkan kepada Bapa-Mu yang kekal, dengan berkata:"Bapa ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."

Dengan tubuh terluka dan dengan hati yang patah dan perut kerahiman-Mu terbuka untuk menyilih kami, Engkau wafat. Aku memohon kepada-Mu, hiburlah aku dan tolonglah aku dalam menyangkal setan, tubuh dan dunia, sehingga dengan mati terhadap dunia, aku hanya hidup untuk-Mu. Aku mohon kepada-Mu, di saat kematianku terimalah aku, musafir dan orang buangan yang telah kembali kepada-Mu ini. Amin


Doa Kelimabelas

Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, ranting subur dan murni, ingatlah curahan darah yang telah Engkau tumpahkan dari tubuh-Mu yang suci itu, seperti sari anggur yang mengalir dari mesin pemerah. Di sisi-Mu yang ditusuk dengan tombak oleh serdadu, darah dan air mengucur sehingga tidak satu tetes pun yang tinggal pada tubuh-Mu. Dan akhirnya, sebagai segenggam dupa yang diangkat ke atas salib, tubuh-Mu layu, daging yang halus hancur, serta sumsum tulang-Mu mengering.

Demi sengsara yang pahit dan demi tumpahan darah yang tidak ternilai ini, aku mohon kepada-Mu, terimalah jiwaku dalam skratulmaut. Amin


Doa Penutup

Yesus terkasih, tusuklah hatiku, agar air mata tobat dan cinta akan menjadi makananku sehari-hari. Semoga tobatku hanya untuk-Mu, semoga hatiku merupakan tempat tinggal-Mu yang abadi. dan akhirnya, semoga hidupku demikian sempurna sehingga aku layak berada di samping-Mu di surga, dan di sana bersama para kudus, memuji-Mu untuk selama-lamanya. Amin

Selengkapnya.....

01 Mei 2008

Gereja Hati Kudus Ganjuran

Gondolipura, Ganjuran, Bantul Yogyakarta INDONESIA

Gereja yang terletak sekitar 20 kilometer di sebelah selatan kota Yogyakarta ini merupakan gereja Katholik pertama yang didirikan di kabupaten Bantul. Adalah keluarga Ir. Julius Schumutzer, seorang pengusaha pabrik gula di Gondolipura, Ganjuran yang berinisiatif mendirikan gereja ini. Peletakan batu pertama pembangunan gereja ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 16 April 1924.Empat bulan kemudian, gereja yang merupakan embrio dari paroki Ganjuran ini dapat diselesaikan dan diberkati oleh Mgr. Van Velsen SJ pada hari Rabu tanggal 20 Agustus 1924. Nuansa khas Jawa yang berupa iringan gamelan yang di terapkan pada liturgi pada geraja ini merupakan salah satu ciri khas gereja ini.

Tiga tahun kemudian, keluarga Ir. Julius Schumutzer mendirikan sebuah bangunan yang mirip dengan candi Hindu pada bagian samping gereja. Bangunan yang didirikan pada tanggal 26 Desember tersebut diberkati pada tanggal 11 Februari 1930 oleh Mgr. Van Velsen SJ. Tujuan dibangunnya bangunan ini tidak lain adalah untuk kepentingan devosi kepada Hati Kudus.

Pada awalnya, bangunan tesebut hanya digunakan oleh keluarga Ir. Julius Schumutzer dan karyawannya saja, namun kemudian berkembang untuk umat secara luas. Hingga kini, gereja Ganjuran merupakan salah satu tempat Ziarah umat Katholik di Vikep Daerah Istimewa Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang yang ingin melakukan devosi kepada Hati Kudus. Pada Jum’at pertama dan hari Minggu setiap bulan Mei, Juni dan Oktober pada setiap tahunnya, gereja ini ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai tempat di seluruh Indonesia.
Selengkapnya.....

30 April 2008

Gereja Santo Antonius Kota Baru

Jl. I Dewa Nyoman Oka No. 18 Yogyakarta INDONESIA 55224
telp: +62-274-513973, 589803.

Didirikan oleh Romo F. Strater, gereja ini dulunya bernama Santo Antonius Van Padua. Sebelum gereja ini berdiri, kegiatan keagamaan umat Katholik di Kota Baru di pusatkan di rumah Tuan Perquin (di depan Masjid Shuhada sekarang).

Penanggung jawab berdirinya gereja in adalah Romo J. Hoeberecht SJ. Sedangkan dana yang diperoleh merupakan sumbangan dari Belanda. Selesai dibangun padatahun 1926, gereja ini diberkati oleh Uskup Mgr. A. van Velsen Sj. Dari Jakarta.

Gereja yang menghadap ke timur ini beratapkan limasan, demikian pula bagian kanopinya. Pada bagian depan bangunanya terdapat sebuah menara dengan plafon berupa tembok dengan bentuk sungkup yang cukup tinggi. Tiang bangunan gereja terbuat dari semen cor dengan jumlah sebanyak 16 buah.

Altar gereja berada di sebelah barat di mana pada dinding atasnya penuh dengan lukisan keagamaan yang bernuansa etnis yang memenuhi lengkung bagian depan altar. Tempat untuk mempersiapkan upacara dan tempat koor terdapat pada sisi kanan altar di mana terdapat cawan kuno yang terbat dari tahun 1922 serta salib dengan hiasan batu mulia. Sedangkan ruang pengakuan dosa terletak pada sisi utaranya.
Selengkapnya.....

13 April 2008

LITURGI

Kata “liturgi” berasal dari bahasa Yunani “leitourgia”. Secara sederhana, terjemahannya adalah “pelayanan yang dibaktikan bagi kepentingan bangsa”. Akan tetapi pengertian “liturgi” pada jaman sekarang adalah sebagai upacara atau ibadat publik Gereja.

Kata “liturgi” seringkali disalah artikan sebagai kumpulan aturan beribadat. Sebenarnya menurut Konsili Vatikan II, khususnya dari Sacrosanctum Concilium (Konstitusi Liturgi) disebutkan demikian“Maka memang wajar juga Liturgi dipandang bagaikan pelaksanaan tugas imamat Yesus Kristus; disitu pengudusan manusia dilambangkan dengan tanda-tanda lahir serta dilaksanakan dengan cara yang khas bagi masing-masing; disitu pula dilaksanakan ibadat umum yang seutuhnya oleh Tubuh Misitik Yesus Kristus, yakni Kepala beserta anggotaNya” (SC7) Dengan demikian, SC 7 memandang liturgi sebagai pelaksanaan tugas imamat Yesus Kritsus. Kemudian ditambahkan dalam SC 2 “Liturgi merupakan upacara yang sangat membantu kaum beriman untuk mengungkapkan misteri Kristus serta hakikat asli Gereja yang sejati.”

Didalam buku “Pengantar Liturgi”, Romo E. Martasudjita, Pr mendefinisikan “liturgi” sebagai berikut: “Liturgi adalah perayaan misteri karya keselematan Allah dalam Kristus, yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus, Sang Imam Agung, bersama GerejaNya di dalam ikatan Roh Kudus.” Melalui liturgi inilah misteri Kristus diwartakan kepada semua orang agar dapat menghayati misteri tersebut dengan sepenuhnya. Didalam setiap liturgi, Roh Kuduslah yang sesungguhnya mengumpulkan semua umat didalam satu tubuh untuk menuju keselamatan. Gereja Katolik mengijinkan banyak tradisi liturgi atau upacara-upacara untuk memperkaya hidup umatnya dan perutusannya. Ritus yang pokok adalah Latin, Byzantium, Alexandria atau Koptik, Syria, Armenia, Maronite dan Khaldean.
Selengkapnya.....

SAKRAMEN

Seluruh liturgi Gereja Katolik berkisar seputar sakramen-sakramen, khususnya Sakramen Ekaristi (Misa). Menurut Katekismus Gereja Katolik No. 1131, “Sakramen adalah tanda rahmat yang efektif, yang diadakan oleh Kristus dan dipercaya kepada Gereja; lewat sakramen tadi hidup ilahi diberikan kepada kita” Seluruh hidup liturgi Gereja Katolik berpusat pada 7 (tujuh) sakramen, yaitu:
1. Sakramen Baptis
2. Sakramen Krisma
3. Sakramen Ekaristi
4. Sakramen Tobat
5. Sakramen Pengurapan Orang Sakit
6. Sakramen Tahbisan
7. Sakramen Perkawinan


Katekismus Gereja Katolik No. 1210 juga mengatakan,”Tujuh Sakramen menyentuh semua tahap dan semua peristiwa penting dalam hidup kristiani; memberi kehidupan dan menumbuhkannya, menyembuhkan dan memberikan perutusan kepada hidup imam orang kristiani” Dari 7 Sakramen ini ada 3 yang bersifat tetap atau meterai, yaitu Sakramen Baptis, Krisma dan Tahbisan Suci. Meteraii itu “tidak dapat hilang” sehingga sakramen-sakramen itu tidak boleh diterima lebih dari satu kali. Sedangkan Sakramen Ekaristi dianggap sebagai “Sakramen dari sakramen-sakramen” karena seluruh Sakramen tertuju kepada Sakramen Ekaristi ini. Apa yang diakui oleh setiap umat Katolik dalam “Syahadat Para Rasul”, dikomunikasikan oleh Sakramen-sakramen tersebut. Sakramen-sakramen adalah merupakan sarana Allah dalam memberikan kita hidup baru dan kekuatan dalam hidup baru tersebut.
Ke-tujuh sakramen itu dikelompokan menjadi 3 yaitu:
1. Sakramen Inisiasi (Baptis, Krisma dan Ekaristi)
2. Sakramen Penyembuhan (Pengakuan dosa dan Pengurapan orang sakit)
3. Sakramen Pelayanan (Tahbisan Suci dan Perkawinan)

Menurut Presbyterorum Ordinis 5 dan Lumen Gentium 11, perayaan Sakramen Ekaristi merupakan “sumber dan puncak” dari seluruh pewartaan Injil dan seluruh hidup kristiani. Namun masih banyak sekali umat Katolik yang belum mengerti sungguh-sungguh arti dari Sakramen ini.
Selengkapnya.....

Tata Perayaan Ekaristi

PEMBUKAAN
Lagu Pembukaan
Pemberian Salam dengan kata pembukaan
Pernyataan Tobat dengan: “Tuhan kasihanilah kami”
Doa Kemuliaan
Doa Pembukaan

LITURGI SABDA
Bacaan I (Perjanjian Lama)
Mazmur Tanggapan
Bacaan II (Perjanjian Baru)
Alleluia dengan Bait pengatar Injil
Bacaan III (Injil)
Homili
Aku Percaya
Doa Umat

LITURGI EKARISTI
I. Persembahan
Mempersiapkan Persembahan (kolekte dan arak-arakan)
Doa Persembahan
II. Doa Syukur Agung
Prefasi denga Kudus
Doa Ekaristi (dengan Konsekrasi dan Anamnese)
III. Komuni
Doa Bapa Kami
Salam Damai
Anak Domba Allah (dengan pemecahan Hosti)
Menyambut Komuni
Syukur
Doa sesudah Komuni

PENUTUP
Pengumuman
dan Pengutusan

Selengkapnya.....

Google
 







 
 

HOT NEWs
from
UK-UAJY BLOG COMMUNITY



Akan dilangsungkan pernikahan
Sdr. BENDOL dengan Sdri. ROSA
Tanggal 25 MAY 2008 di BOYOLALI
diharapkan doa restu dan kedatangan teman-teman